Oleh: virlginia | 12 Juli 2011

Agamaku Adalah Urusanku Bukan Urusanmu

Hari minggu malam salah satu dari pengurus lingkungan (kring) datang ke rumah untuk mengantarkan undangan perkumpulan pengisian data KKK yang akan dilaksanakan senin 11 juli 2011 pukul : 18.30, sebenarnya aku tidak mau datang bukan karena aku malas untuk menghadiri acara tersebut melainkan karena aku pulang kerja pukul 19.00. Aku bertanya apakah acara ini sifatnya wajib dia mengatakan iya, kalau aku datangnya telat apakah boleh dia kembali menjawab ngak apa – apa aku jawab ok kalo begitu.

Besok malam setelah jam kerja selesai aku segera bergegas untuk pulang ke rumah untuk menghadiri acara pengisian KKK tersebut, sesampai di rumah aku mencari fotocopy surat babtis dan surat krisma yang digunakan untuk kelengkapan pengisian KKK setelah aku menemukan kedua surat tersebut aku langsung mandi dan makan untuk secepatnya pergi ke rumah perkumpulan tersebut untuk pengisian data.

Sesampai di rumah tersebut aku merasa benar – benar tidak dianggap atau apalah, apa karena aku tidak pernah hadir dalam pertemuan lingkungan tapi walaupun aku tidak pernah hadir tidak sepantasnya mereka seperti itu terhadapku karena bukan tanpa alasan aku tidak pernah menghadiri pertemuan lingkungan melainkan karena aku bekerja shift yang susah untuk mengatur waktu supaya bisa hadir dalam pertemuan lingkungan.

Setiap kali ketua lingkungan membuat jadwal pertemuan selalu disaat aku pulang kerja malam maka dari itu aku tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut, tidak mungkin aku datang ke pertemuan tersebut telat aku takut jadi bahan pembicaraan mereka, namun ternyata dugaan aku salah aku datang dan aku tidak datang tetap sama saja menjadi bahan pembicaraaan mereka kenapa aku tidak datang???

Emosiku memuncak ketika kemarin malam aku datang untuk menghadiri pertemuan tersebut ketika aku hendak mengumpulkan formulir yang sudah selesai aku isi, formulir tersebut diacuhkan begitu saja seperti susah untuk diterima dan ada salah seorang anggota lingkungan mengatakan “BAGAIMANA KALAU ADA ANGGOTA LINGKUNGAN YANG TIDAK PERNAH MENGHADIRI ACARA ATAU PERKUMPULAN LINGKUNGAN MASIH MAU DI URUS YA!!” kata – kata itu membuat kesabaran aku benar – benar habis tapi masih aku menahannya setelah selesai aku mengumpulkannya aku langsung pulang kerumah dan marah – marah di rumah sampai – sampai kakakku menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat aku marah, dia berkata kenapa kau  marah – marahnya di rumah kenapa tidak kau jelaskan disana alasan kenapa kau tidak pernah hadir ke pertemuan itu secara rinci, aku menjawab aku malas untuk mengatakannya karena bagiku tidak berguna.

Yang mereka harapkan adalah kehadiranku mereka tidak mau tahu ada alasan apa dibalik semua itu,mereka selalu berkata kalau hanya alasan bekerja semua juga bekerja tapi mereka bisa hadir dalam pertemuan tersebut dan aku tidak bisa hadir, padahal mereka sudah tahu kalau aku pulang malam itu jam 8 malam dan sampai di rumah jam setengah 9 bahkan jam 9 malam.

Sekarang yang mau aku tanya kalau aku sudah pulang jam 9 jam berapa lagi aku harus menghadiri acara tersebut??? atau bahkan acara tersebut sudah selesai.

KESAL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Agama itu adalah urusan aku dengan Tuhan bukan urusan mereka tapi mengapa mereka seperti itu, kalau selalu seperti ini lebih baik aku pindah agama dibandingkan aku bertahan di satu agama ini jika umatnya saja seperti ini, memang agama tidak bisa disalahkan yang harusnya disalahkan adalah manusia itu sendiri kenapa ada manusia yang selalu ikut campur dalam urusan orang lain.

Aku merasa lingkungan lain saja tidak pernah mempermasalahkan kalau salah satu umatnya tidak bisa hadir karena alasan yang bisa di pertanggungjawabkan tapi mengapa lingkungan satu ini luar biasa bertingkah.

Jujur dari dalam hatiku yang paling dalam aku benar – benar merasa capek sekali dengan lingkungan ini, aku hanya ingin mereka bersikap dewasa jangan hanya umur yang dewasa tapi kelakuan seperti anak kecil yang mengolok – olok orang lain, harusnya mereka benar – benar sadar kalau agama adalah urusan masing – masing pribadi dengan Tuhan bukan urusan masyarakat atau kelompok dan harusnya mereka juga berkaca terlebih dahulu sebelum membicarakan orang lain apakah mereka itu selalu hadir dalam pertemuan lingkungan dan apakah mereka sudah benar – benar tidak berdosa!!

Apa hanya karena tidak pernah hadir dalam pertemuan lingkungan jadi susah untuk meminta tanda tangan atau  persetujuan dari ketua lingkungan kalau memang seperti itu maka setiap individu yang merasa kesusahan seperti ini lebih baik pindah lingkungan atau bahkan pindah agama sekalian biar tidak dibuat pusing dan emosi seperti ini.

Aku berharap semoga mereka cepat berubah sebelum aku benar – benar memutuskan untuk pindah entah pindah lingkungan atau bahkan pindah agama sekalian, Semoga Tuhan benar – benar membantu aku untuk memecahkan masalah ini (Amin).


Responses

  1. Membaca tulisan kamu di atas saya teringat satu ayat dalam Al-Quran, yang mana arti dari kutipan ayat tersebut mirip dengan judul anda, kutipan ayat tersebut yaitu…

    “Lakum diinukum waliya diini….”
    yang artinya
    “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku….”

    O iya saya seorang Mu’alaf juga dulunya beragama Kristen Protestan,
    senang berkenalan dengan Anda


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: