Oleh: virlginia | 23 Juni 2010

5 Tahun Berlalu

Tanpa saya sadari waktu kembali membawa saya pada hari dimana saya harus kembali merasakan sesuatu yang membuat saya merasa kehilangan sepanjang hidup saya.

Tanggal 23 Juni….

Di tanggal ini Tuhan mengambil seseorang yang paling berharga di dalam hidup saya, beliau bisa menjadi guru, sahabat, bahkan teladan dalam hidup saya. Setiap kembali ke tanggal ini membuat saya teringat detik – detik dimana saya harus kehilangan pegangan hidup saya selama ini yaitu mama saya. Mama selalu menjadi pendengar, pengganti papa dan pemberi nasehat yang baik di waktu saya sedang dalam kesulitan ataupun masalah, mama selalu berjuang untuk saya semasa hidupnya.

Di dalam hati, saya selalu berjanji untuk membahagiakan mama saya jika saya sudah bekerja, tapi apa yang terjadi Tuhan mengambil mama saya sebelum saya bisa mewujudkan impian saya. Jujur waktu itu saya merasa Tuhan tidak adil. Saya marah kepada Tuhan karena Tuhan sudah mengambil papa saya waktu saya masih duduk di kelas 3 SD, tapi mengapa Tuhan masih tega untuk merampas kebahagiaan saya yang tinggal satu – satunya.

Kejadian itu membuat saya membenci Tuhan apalagi kalau saya melihat orang tua sedang berjalan bersama anaknya atau bahkan teman saya bercerita tentang makanan yang di buat oleh mamanya, saya merasa sedih dan sakit hati, tapi untungnya kejadian itu tidak berlangsung lama karena begitu banyak keluarga yang mengasihi saya mereka memberi nasehat kepada saya bahwa Tuhan mungkin mempunyai rencana indah untuk Mama dan saya mulai untuk percaya itu dan mulai kembali kepada Tuhan.

Dalam kenangan,

kalian akan selalu hidup didalam hatiku. Suatu saat kita pasti akan berkumpul lagi bersama, dalam kebahagiaan, merasakan genggaman tangan kalian yang hangat. Sungguh, aku sangat merindukan ketika kalian memarahiku saat aku berbuat nakal ataupun salah, kini tiada lagi kalian yang menjadi sandaran hidupku, aku rapuh, meskipun terlihat tegar, aku menangis, meskipun terlihat tersenyum, aku akan sangat merindukan kalian, di setiap hidupku.

Salam hangat untuk kalian di surga, virlginia.

———————

Dear,

Sungguh teman, betapa menyesal diri ini ketika semasa orang tua masih hidup dan kita selalu membantah perkataan mereka, menyia-nyiakan mereka, tidak mendengarkan nasihat mereka. Sungguh teman, gunakanlah kesempatan sebaik mungkin, bahagiakan mereka, buat mereka tertawa dan bangga atas diri kalian.


Responses

  1. Mudah2an ibunda bangga memiliki anak seperti anda. makasih sudah mampir ke blog saya, untuk lebih gampang mengunjungi anda, saya memasang anda dalam blog roll saya.

    salam hangat
    Ervine

    • Terima Kasih atas kunjungannya…^^


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: