Oleh: virlginia | 26 Mei 2010

Pengalaman yang Tidak Terlupakan

Bulan Mei akan menjadi suatu kenangan yang tidak pernah terlupakan seumur hidup saya bisa dikatakan suatu pengalaman indah atau bahkan suatu pengalaman yang menyedihkan.

Pagi itu saya bermaksud membersihkan halaman rumah ketika saya sedang menyapu di sela – sela pintu saya hanya bermaksud untuk merapatkan pintu  tapi tanpa saya sadari mungkin saya terlalu kuat mendorong pintu tersebut hingga pintu terkunci dengan sendirinya, saya bingung saya harus bagaimana sedangkan semua orang di rumah sedang berangkat ke luar negeri.

Perasaan saya saat itu campur aduk saya sudah tidak bisa berkata – kata lagi saya hanya bisa bicara pada diri sendiri apa yang kamu lakukan kenapa kamu bodoh sekali sudah tahu di rumah tidak ada orang kenapa tidak berhati – hati tidak ada yang bisa saya lakukan selain menyalahkan diri sendiri, tapi disela – sela saya menyalahkan diri saya sendiri ada suara di dalam hati saya berkata untuk apa kamu menyalahkan dirimu sendiri toh semuanya sudah terjadi dan tidak dapat di putar ulang lebih baik sekarang memikirkan bagaimana caranya supaya saya bisa membuka pintu itu.

Akhirnya saya meminta bantuan tetangga untuk membuka pintu tersebut dengan cara menjebol pintu setelah itu ada 2 hal yang saya pikirkan yaitu saya menjadi pencuri dirumah saya sendiri dan bagaimana supaya pintu tersebut kembali seperti semula supaya saya bisa kembali tenang karena saya takut kakak saya marah karena kecerobohan yang saya lakukan selain itu saya takut ada hal yang lain yang terjadi setelah tetangga saya tahu kalau di rumah saya sedang tidak ada orang.

Ketakutan itu semakin menjadi – jadi ketika saya berpikir bagaimana caranya untuk memberitahukan kejadian ini pada keluarga saya, jujur saya takut sekali bukan hanya karena takut dimarahin tapi saya juga takut meninggalkan rumah setelah kejadian itu.

Saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk menenangkan diri saya karena saya tahu Tuhan bisa memberikan ketenangan bagi saya, di dalam hati saya ada sejumlah jawaban dari pertanyaan yang saya berikan antara lain teleponlah pasti tidak akan dimarahi dan perasaan di dalam hatimu lebih tenang.

Setelah menelepon benar saja apa yang dikatakan suara hati, saya tidak dimarahi dan perasaaan saya lebih tenang.

Tapi sampai sekarang saya masih trauma atas kejadian tersebut dan semoga yang saya takuti tidak akan pernah terjadi amin….dan Semoga ini bisa menjadi pelajaran hidup yang sangat berharga untuk saya dan tidak akan pernah terulang lagi seumur hidup saya. ^^

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: